Peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Era Digital
- immupnjatim5

- 27 Okt 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 22 Nov 2025

Dalam kurun waktu 60 tahun bukan waktu yang singkat bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk berdiri dan bergerak. Berbagai fase telah dilewati, berbagai gejolak sosial politik dan ekonomi serta tantangan zaman selama 60 tahun terakhir menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mempertahankan eksistensi ikatan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ada sampai saat ini tak lepas karena kemampuannya menempatkan posisi yang tepat. Hal tersebut diartikan melakukan positioning di tengah zaman yang berubah-ubah. Maka gerakannya harus senantiasa relevan dengan setiap perkembangan zaman. Dengan demikian menjadi penting merespon perkembangan zaman melalui gerakannya, dan tidak menghilangkan hal prinsipil yang melekat di tubuh IMM, Muhammadiyah, dan Islam. Hal ini membuktikan orientasi berkemajuan ada dan melekat di tubuh IMM sampai kapan pun serta menjadi salah satu landasan bergerak sebagai perwujudanĀ rahmatan lil āalaminĀ (bukan hanya untuk mahasiswa saja).
Berbicara perihal realitas saat ini, dimana realitas saat ini menjadi landasan dan pertimbangan dalam konstruksi gerakan IMM. Gerakan yang dibangun IMM haruslah menyesuaikan dengan perkembangan zaman, isu-isu yang berkembang, peluang, dan tantangan yang ada agar hadirnya ikatan ini menjadi problem solverĀ bagi khalayak luas. Selain itu, gerakan IMM diupayakan juga untuk menjaga eksistensi IMM terhadap kalangan mahasiswa agar tidak terkesan hilang-tenggelam.Ā Ā Ā
Mahasiswa merupakan lapisan masyarakat yang memiliki kompetensi akademis yang baik di bidang tertentu dan memiliki kepekaan terhadap sebuah permasalahan di masyarakat. Mahasiswa Indonesia saat ini kebanyakan berasal dari generasi Z. Ditambah bonus demografi Indonesia yang mayoritas generasi Y dan generasi Z. Kedua generasi tersebut merupakan generasi produktif dan dapat menyesuaikan zaman terutama era digital saat ini. IMM yang merupakan gerakan mahasiswa yang bergerak pada gerakan pencerahan yang memiliki cita-cita dan tujuannya selaras dengan organisasi Muhammadiyah yang merupakan afiliasinya ini sudah sepatutnya untuk melakukan gerakan pencerahan digital dalam arus media informasi.
Perubahan tidak akan datang dari langit, tapi harus dilakukan. Ia harus muncul atas inisiatif kelompok yang menginginkan perubahan. Bahwa Tuhan tidak akan mengubah satu kaum bila kaum itu sendiri itu tidak mengubahnya. Demikian salah satu doktrin yang terkenal dalam Islam. Dalam pengertian ini, perubahan dalam tubuh pemuda tidak akan terjadi bila tidak dilakukan oleh pemuda itu sendiri.
Hal terpenting dari asumsi itu bahwa memulai sebuah perubahan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kepemudaan membutuhkan langkah kolektif dari seluruh stakeholders,mulai dari pemuda,orangtua,masyarakat,lembaga pendidikanĀ Ā Ā Ā Ā Ā Ā
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan, IMM perlu menanggapi fenomena ini. Untuk menanggapi fenomena tersebut dan kemudian menyelesaikannya, gerakan IMM perlu bertransformasi pada tataran media baik secara organisatoris maupun secara gerakan. Kader IMM yang identik dengan mahasiswa mampu membendung penyebaran hoaks dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki.
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Periode 2024 / 2025
Penulis : Bagas Setiawan
Editor : Bintang Nur Machmuda
Ā



Komentar