top of page

Lewat Bedah Film, IMM UPN “Veteran” Jawa Timur Ajak Kader Refleksikan Kisah Buya Hamka

Foto bersama usai kegiatan bedah film Buya Hamka Vol. I di Pujasera Komplex Rungkut Surabaya, Jumat (12/12/2025).
Foto bersama usai kegiatan bedah film Buya Hamka Vol. I di Pujasera Komplex Rungkut Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar agenda "Bedah Film" yang dilaksanakan di Pujasera Komplex Rungkut Surabaya, Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang digagas oleh Bidang Tabligh Kajian Keislaman ini diikuti oleh para kader—sebagai proses yang penting dari ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai perjuangan.

 

Dalam kegiatan bedah film kali ini, para kader bersama-sama menyimak dan mendiskusikan film Buya Hamka Vol. I. Film yang mengangkat kisah hidup dan perjuangan Buya Hamka sebagai salah satu tokoh besar Islam Indonesia—khususnya melalui wadah persyarikatan gerakan islam, yakni Muhammadiyah.

 

Agenda bedah film ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, untuk memahami pesan dan makna film dari berbagai sudut pandang. Sekaligus membiasakan para kader IMM UPN “Veteran” Jawa Timur untuk menyampaikan pendapat, melatih keberanian berbicara, mempererat kekeluargaan, serta menjadi sarana refreshing di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

 

Film Buya Hamka menyajikan berbagai pesan tentang perjuangan, keikhlasan, dan keteguhan iman. Sejumlah kader tampak larut secara emosional dan tersentuh oleh alur cerita film Buya Hamka.

 

Setelah film selesai, mereka dibagi menjadi dua kelompok besar untuk saling berdiskusi, dan menelaah nilai-nilai, serta apa saja yang bisa disampaikan dalam forum. Pada sesi penyampaian, terdapat salah satu kader memberikan pendapatnya terkait film Buya Hamka yang telah mereka tonton.


“Dalam menghadapi masalah, kita perlu memiliki sikap tenang seperti Buya Hamka yang tetap fokus pada tujuan utama. Perjuangan tidak selalu berasal dari hal-hal besar, tetapi juga dari keberanian untuk tetap jujur dan teguh pada keyakinan, meskipun sering kali orang hanya menilainya dari luar tanpa melihat keaslian di dalamnya. Seseorang kerap dihina, tanpa mengingat kebaikan yang telah diperbuat, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa sebanyak apa pun kebaikan seseorang dapat tertutup oleh satu kesalahan. Film ini juga menunjukkan peran keluarga yang luar biasa, yang selalu memberikan dukungan bahkan di fase terberat, termasuk ketika Buya harus menjalani masa penjaranya,” ujarnya.

 

Sementara itu, kader dari kelompok besar satunya juga turut melontarkan sudut pandangnya,

 

“Seberat apa pun cobaan dan pilihan yang kita hadapi, apabila diniatkan karena Allah, maka tetaplah harus melanjutkan perjuangan. Buya Hamka diuji dengan kehilangan yang besar, yaitu wafatnya anak dan ayahnya, serta berbagai cemoohan, namun beliau tetap berhusnudzon kepada Allah. Film ini menghadirkan kata-kata yang sangat inspiratif, salah satunya terkait kewajiban menuntut ilmu, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim’. Selain itu, dakwah tidak harus dilakukan di masjid atau mimbar saja, melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun melalui tulisan. Terlebih di era teknologi saat ini, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ladang dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat,” ungkapnya.

 

Setelah sesi penyampaian dari masing-masing kelompok, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ngobrol-ngobrol santai sambil menikmati camilan. Suasana keakraban pun semakin terasa. Mempererat kekeluargaan seluruh kader, di tengah kesibukan menjalani Ujian Akhir Semester (UAS).

 

Salah satu anggota Bidang Tabligh Kajian Keislaman IMM UPN “Veteran” Jawa Timur—juga menyampaikan bahwa, “Kegiatan bedah film ini kami rancang sebagai ruang kebersamaan yang harapannya dapat dijadikan ruang pemaknaan bagi kader, sekaligus perekat kami dalam suasana yang santai di tengah padatnya aktivitas kampus.” 

 

Di akhir acara, seluruh peserta melakukan foto bersama, sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan bedah film yang berlangsung dengan penuh makna dan kehangatan.


Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Periode 2025 / 2026

Penulis: Nisrina Atikah A'Afiyah Sukmaning Setya | Editor: Rumus Brian Baraka

 
 
 

Komentar


IMM UPN "Veteran" Jawa Timur

Ikuti kami di media sosial & platform lainnya!

  • Whatsapp
  • Instagram
  • LinkedIn
  • TikTok
  • Medium

Bagikan ke teman-temanmu!

bottom of page