top of page

Keterlibatan Muhammadiyah dalam Kontroversi dengan PKI Pasca Kemerdekaan RI

Diperbarui: 24 Nov 2025


Sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga setelahnya, Muhammadiyah sering kali terlibat sebagai bagian dari pejuang kemerdekaan, tidak dapat dipungkiri bahwa Muhammadiyah juga menjadi bagian dari sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Pasca kemerdekaan, terdapat beberapa pemberontakan politik yang menjadi ancaman kedaulatan Negara. Pemberontakan terjadi mulai kelompok kecil hingga organisasi besar, diantaranya yakni PRRI, RMS, DI/TI, hingga yang cukup memilukan dan terkenal yakni pemberontakan terkait dengan ideologi oleh PKI.


Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan Islam yang mendukung ideologi dan dasar Negara Indonesia, Pancasila.Dar al Ahdi wa al-Syahadah merupakan salah satu dasar yang dipegang Muhammadiyah yang berarti negara konsensus dan kesaksian, dengan gagasan yang tersusun dalam nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan, adalah nilai-nilai dasar yang dapat diyakini sebagai pondasi utama dari negara Indonesia dan disepakati tidak akan terganti oleh ideologi apapun itu.


Keterlibatan Muhammadiyah dalam sejarah Pemilihan Umum pada tahun 1955 terjadi ketika Muhammadiyah menjadi salah satu anggota istimewa Masyumi yang merupakan satu-satunya Partai umat Islam yang berdasar pad ikrar yang dilakukan pada tahun 1947. Perjalanan Muhammadiyah dalam politik dimulai saat pemilu tahun 1955 dimenangkan oleh Masyumi, kemudian secara berurutan dimenangkan oleh PNI, NU, dan PKI (sumber: Abdurrahim Ghazali, ā€œKhitah Politik Muhammadiyah digugatā€, Kompas, 6 Maret 2004).


Secara otomatis, peta kekuatan politik di Indonesia saat itu dikuasai oleh tiga kekuatan besar, yaitu Nasionalis, Agama, dan Komunis, hal inilah yang menjadi alasan bagi presiden Soekarno untuk membuat ideologi NASAKOM (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) pada tahun 1960 demi keseimbangan politik NKRI. Akan tetapi setelah presiden Soekarno menerapkan ideologi NASAKOM, Komunis menjadi lebih dominan dan lebih dekat dengan presiden Soekarno, hal tersebut menguntungkan PKI dari segi pengambilan keputusan hingga akhirnya pemerintah membubarkan Masyumi yang dianggap kontra revolusioner pada tahun 1960.


Setelah kejadian tersebut, Muhammadiyah terus berjuang dan lebih menekankan kepada amal usaha untuk membantu masyarakat. Disisi lain, PKI berhasil melakukan konsolidasi hingga menjadi sebuah partai yang besar dari segi ideologi, ideologi komunis sendiri sangat bertentangan dengan Muhammadiyah. Tahun 1960 sejak diberlakukannya NASAKOM (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) pergerakan PKI menjadi sangat masif.


Pada tanggal 1 Oktober 1965 Radio Republik Indonesia menyiarkan pengumuman tentang ā€œGerakan 30 September,ā€ gerakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh PKI kepada para petinggi Tentara Nasional ini mengakibatkan amarah dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk Muhammadiyah. Peristiwa G30S-PKI adalah upaya kudeta yang dilakukan oleh sekelompok anggota militer yang terafiliasi dengan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan peristiwa ini berujung pada pembunuhan enam jenderal dan berbagai tindakan kekerasan yang ada di Indonesia.


Muhammadiyah bergabung dengan organisasi kemasyarakatan yang lain membentuk KOKAM yang dipimpin langsung oleh S.Prodjokusumo. KOKAM atau Komando Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan yang dibentuk sebagai upaya memberantas segala kegiatan berbau komunis menyebar di seluruh Indonesia. Muhammadiyah juga mengutus PERWIS atau perwakilan istimewa yang secara terang-terangan mengutuk perbuatan keji dari PKI.


Sebagai organisasi Islam yang cukup berpengaruh di Indonesia dan memiliki sejarah yang kuat dalam menentang ideologi komunis yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, Muhammadiyah juga melakukan usaha dengan penumpasan ideologi komunis dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Indonesia pasca peristiwa kelam tersebut. Muhammadiyah mengedukasi masyarakat tentang ajaran Islam melalui pelatihan kader dan berperan dalam pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia yakni pengembangan melalui sekolah Muhammadiyah. Melalui kegiatan yang berani dan komprehensif untuk melawan ancaman ideologi komunis. Muhammadiyah membantu para pemuda untuk menempuh pendidikan dan mengajarkan kepada mereka tentang nilai-nilai keagamaan, kemuhammadiyahan, dan kemasyarakatan. Dengan harapan para pemuda tersebut dapat menghadapi ancaman PKI di masa yang akan mendatang.


Referensi:


Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Periode 2023 / 2024

Penulis : Dini Hiqmatul Hayati Editor : Alfia Nur Aulia



Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


IMM UPN "Veteran" Jawa Timur

Ikuti kami di media sosial & platform lainnya!

  • Whatsapp
  • Instagram
  • LinkedIn
  • TikTok
  • Medium

Bagikan ke teman-temanmu!

bottom of page