Jilbab dan Akhlak, Mana yang Lebih Utama dalam Islam?
- immupnjatim5

- 17 Sep 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 24 Nov 2025

Memahami Konsep Jilbab dan Akhlak dalam Islam: Pemahaman dan Implementasi yang Seimbang Jilbab dan akhlak adalah dua aspek yang memegang peranan krusial dalam kehidupan seorang muslimah. Keduanya merupakan bagian integral dari tuntunan agama Islam dan memerlukan perhatian yang serius. Dari sudut pandang agama, baik jilbab maupun akhlak memiliki kepentingan yang sama dalam Islam. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang seharusnya lebih utama di antara keduanya? Jawabannya, sebagian besar, bergantung pada nilai-nilai pribadi dan keyakinan individu. Meskipun keduanya, pemakaian jilbab dan pengembangan akhlak, dianggap penting dalam Islam, penekanan dan prioritasnya mungkin berbeda-beda, terutama di kalangan individu dan komunitas Muslim.
Pemakaian jilbab merupakan salah satu aspek penting dalam tata cara berpakaian yang dianjurkan dalam Islam, terutama bagi wanita Muslim. Menutup aurat dengan benar adalah kewajiban agama yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Namun, perbedaan penafsiran mengenai makna jilbab dan kriteria pakaian yang sesuai terkadang muncul di kalangan masyarakat maupun para ulama. Sebagian orang mungkin lebih menekankan aspek pemakaian jilbab, sedangkan yang lain lebih fokus pada aspek-aspek lain dalam praktik beragama.
Al-Qurāan, dalam Surah Al-Ahzab ayat 59, dengan tegas menyatakan: āHai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: āHendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.ā Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.āĀ (QS. Al-Ahzab: 59).
Di sisi lain, akhlak atau perilaku yang baik merupakan salah satu pilar fundamental dalam Islam. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai uswatun hasanahĀ atau teladan dalam akhlak yang mulia. Berperilaku baik, jujur, penyayang, serta menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam adalah tujuan utama bagi setiap Muslim. Akhlak yang baik dianggap sebagai aspek yang sangat penting dalam praktik keagamaan seorang hamba.
Dalil tentang pentingnya akhlak mulia ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW: āSesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya.āĀ (HR. Tirmidzi). Selain itu, Al-Qurāan juga mengingatkan: āMaka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).āĀ (QS. Az-Zalzalah: 7).
Keduanya, baik jilbab maupun akhlak, memberikan kontribusi positif bagi umat Islam. Namun, dari perspektif agama, akhlak dianggap lebih utama daripada jilbab. Akhlak mencerminkan nilai-nilai agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan jilbab merupakan simbol kepatuhan terhadap perintah Allah. Oleh karena itu, penting untuk tidak membingungkan kewajiban berhijab dengan akhlak. Berhijab adalah perintah agama yang wajib dipenuhi, sementara akhlak adalah karakter yang seharusnya melekat pada diri seorang Muslim. Yang harus diperbaiki adalah akhlaknya, bukan hijabnya. Tutuplah aurat untuk memenuhi kewajiban agama, dan iringilah hal tersebut dengan perbaikan akhlak serta amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penting untuk diingat bahwa Islam adalah agama yang mencakup berbagai aspek kehidupan, baik spiritual, moral, maupun praktik fisik. Kedua aspek iniājilbab dan akhlakābukanlah hal yang saling meniadakan. Idealnya, seorang Muslim berusaha menjalankan keduanya secara seimbang. Namun, perbedaan penekanan dan prioritas dalam memahami aspek-aspek agama dapat muncul karena perbedaan interpretasi pribadi, budaya, atau kondisi sosial yang melingkupi seseorang. Pemahaman agama yang lebih mendalam, serta konsultasi dengan para ulama atau ahli agama, dapat membantu seseorang menentukan cara terbaik untuk mengintegrasikan keduanya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai kesimpulan, meskipun jilbab dan akhlak memiliki peran penting dalam Islam, akhlak menempati posisi yang lebih utama dari sisi nilai moral dan spiritual. Namun demikian, perbedaan pandangan dalam menekankan salah satu di antara keduanya adalah hal yang wajar dan patut dihormati. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara pemenuhan kewajiban agama dan pengamalan akhlak mulia. Dengan pemahaman Islam yang mendalam dan bimbingan dari para ahli agama yang berkompeten, seorang Muslimah dapat menggabungkan keduanya secara harmonis dalam kehidupannya sebagai hamba Allah yang taat.
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Periode 2023 / 2024 Penulis : Dini Hiqmatul Hayati Editor : Alfia Nur Aulia



Komentar