top of page

Insiprasi, Hikmah dan Pelajaran dari Replika Pintu Musholla Aisyiyah di Museum Muhammadiyah

Diperbarui: 24 Nov 2025


IMM UPNV JATIM - (22/06/2023) Musholla yang dibangun atas nama organisasi Aisyiyah ini bukan merupakan bagian yang tersambung dengan masjid manapun dan hanya boleh dimasuki serta dipakai oleh perempuan untuk sholat, selain itu juga menjadi tempat berkumpul perempuan dalam pertemuan-pertemuan Aisyiyah atau hari-hari besar Islam lainnya.


Muhammadiyah kala itu juga menginginkan agar perempuan tidak hanya mengurus rumah tangga, melainkan agar mendapatkan pendidikan yang layak dan memanfaatkan pendidikan yang didapat untuk turut menyiarkan cahaya Islam dan juga berpartisipasi membangun masyarakat Islam di sekitar mereka di kala diberi kesempatan berupa waktu luang dan tenaga.


Aisyiyah menjadi kekuatan dakwah dan pembangunan Islam yang mampu berdiri setara berdampingan dengan Muhammadiyah, tidak sedikit, melainkan banyak fasilitas kesehatan dan pendidikan yang dibangun atas nama organisasi yang beranggotakan wanita-wanita pegiat gerakan organisasi otonom yang luar biasa ini dengan tampil mandiri (beberapa masih terlihat oleh penulis dalam perjalanan dari Temanggung ke Yogyakarta).


Banyak topik dakwah dan pendidikan yang sulit disampaikan jika oleh pria kepada wanita, namun dengan adanya eksistensi wanita-wanita Aisyiyah sejak mulai dirintis hingga saat ini, berbagai ilmu tadi menjadi mampu tersampaikan dengan lebih mudah, sebagai contohnya adalah bagaimana cara untuk mengasuh dan menjaga kesehatan anak, bagaimana cara kerja organ reproduksi wanita, hingga menyampaikan pesan-pesan agama dalam pendekatan dari hati-ke-hati yang sesama wanita yang tentunya lebih mampu untuk saling memahami daripada laki-laki kepada wanita.



Aisyiyah menjadi bukti bahwa aktivisme wanita tidaklah harus kontrarian dengan agama ataupun pemuka agama yang berdiri di mimbar Jum'at, hingga mereka yang semena-mena dan memandang remeh kekuatan serta kebijaksanaan wanita dalam berdakwah. Lelaki dan wanita diberi bebannya masing-masing sesuai kodrat-nya oleh Allah sang Pencipta yang Maha Adil, akan tetapi jika keduanya bersedia menyerahkan jiwa raganya demi Islam dan menjadikan diri mereka fondasi bagi generasi penerus mereka, maka sudah selayaknya disokong dan disediakan wadah meskipun hanya demi menyampaikan satu ayat pun.


Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Periode 2023 / 2024

Penulis : Arrayan Mafaza

Editor : Alfia Nur Aulia


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


IMM UPN "Veteran" Jawa Timur

Ikuti kami di media sosial & platform lainnya!

  • Whatsapp
  • Instagram
  • LinkedIn
  • TikTok
  • Medium

Bagikan ke teman-temanmu!

bottom of page