Hijab sebagai Simbol Ketaatan dan Identitas Muslimah
- immupnjatim5

- 2 Des 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 14 Des 2025

Hijab bukan sekedar kain penutup, tapi benteng kemuliaan dan cahaya ketaatan. Setiap helai kain hijab yang kalian gunakan itu adalah saksi cintamu kepada Allah dan Rasul. Hijabmu adalah identitas kehormatan dan pelindung dari pandangan yang menodai kesucian. Jangan lepas hijabmu demi pandangan manusia. Karena ridha Allah jauh lebih mulia dari pada ridha dunia.
Hijab adalah mahkota kemuliaan seorang muslimah, ia bukan sekedar kain, tapi simbol ketaatan rasa malu dan cinta kepada Allah. Dengan hijab seorang wanita akan menjaga kehormatan dirinya, melindungi hati dan fitrahnya, dan menampak jalan menuju surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Setiap langkah adalah cahaya di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Hijab merupakan mahkota muslimah.
Hijab adalah identitas yang menunjukkan Izzah.
Hijab adalah benteng fitnah.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan:
"Wanita itu adalah aurat, maka ketika wanita itu keluar, syaitan akan menghiasinya".
Allah yang mewajibkan kita untuk berhijab. Banyak kaum wanita yang rajin membaca Al Qur'an tapi ia lupa dengan satu perintah ini. Mereka melakukan shalat, zakat, puasa, haji, umrah, tapi perintah ini lalai dalam muslimah, yaitu berhijab. Di dalam Al Qur'an Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk berhijab.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ŁŁ°ŲØŁŁŁŁŁŪ¤ Ų§Ł°ŲÆŁŁ Ł ŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŲ²ŁŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲØŁŲ§ Ų³ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŁŁ Ų³ŁŁŁŲ§Ł° ŲŖŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ±ŁŁŁŲ“ŁŲ§ā Ūā ŁŁŁŁŲØŁŲ§ س٠اŁŲŖŁŁŁŁŁŁ°Łā Ūā Ų°Ł°ŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±Łā Ūā Ų°Ł°ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§Ł°ŁŁ°ŲŖŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ°ŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁ
"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 26).
Perintah berhijab, menutup aurat adalah perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang aurat:Ā
"Jagalah auratmu kecuali kepada istrii, atau kepada budak yang kamu miliki (lakiā/suami), aku bertanya wahai Rasulullah, bagaimana dengan suatu kaum saling bercampur dalam satu tempat dan mereka saling melihat antara aurat satu dengan yang lainnya? Jika kamu mampu maka jangan sampai orang melihatnya. Bagaimana jika posisi sendirian? Maka Rasulullah mengatakan Allah lebih berhak untuk kamu malu darinya daripada manusia".
Ini tentang bolehnya menampakkan aurat kepada suami.
Apakah boleh menampakkan aurat sesama wanita?Ā BolehĀ menampakkan aurat sesama wanita, tapi sebatas nampaknya perhiasan.
Larangan & Ancaman Bagi Wanita Yang Melakukan Tabarruj
Tabarruj adalah wanita yang menampakkan perhiasan atau kecantikannya, serta bagian tubuh yang wajib ditutupinya yang dapat membangkitkan syahwat laki-laki.
Tapi jika mampu wajah ditutup lebih afdhol
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŲ§Ł ŁŁŁŁ°Ł ŁŁŲ§Ł ŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲ§Ł° ŲŖŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ²ŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲ§Ł Ų·ŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁā Ūā Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ³Ł Ų§ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŲ·ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŲ·ŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ§ā
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 33).
Perintah bagi wanita untuk tetap dirumah. Dan larangan berhias dan bertingkah laku seperti wanita jahiliyah dahulu.
Bahaya Tabarruj
Tabarruj Termasuk Maksiat Kepada Allah & Taat Kepada Syaitan.
Kita berdandan, menampakkan kecantikan, bersolek, ini termasuk maksiat jika kita keluar rumah dan menarik perhatian laki-laki. Jangan sampai kita menjadi wanita yang menimbulkan fitnah. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan:
"Tidaklah aku meninggalkan setelah terfitnahĀ yang lebih besar bagi laki-laki, kecuali dari pada wanita.ā
Wanita menjadi fitnah terbesar bagi laki-laki, apalagi dengan kecantikan wanita. Semua jasad yang kita miliki akan kita pertanggung jawabkan disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita diberikan wajah yang cantik bukan untuk menebar fitnah di permukaan bumi. Tapi, untuk ditutupi dan disyukuri nikmat ini. Jangan sampai kita merasa cantik lalu boleh memamerkan, karena kecantikan itu fitnah bagi laki-laki.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ŁŁ°ŲØŁŁŁŁŁŪ¤ Ų§Ł°ŲÆŁŁ Ł ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·Ł°ŁŁ ŁŁŁ ŁŲ§Ū¤ Ų§ŁŲ®ŁŲ±ŁŲ¬Ł Ų§ŁŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲ²ŁŲ¹Ł Ų¹ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲØŁŲ§ Ų³ŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų³ŁŁŁŲ§Ł° ŲŖŁŁŁŁ ŁŲ§ā Ūā Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±Ł°Ł®ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŲŁŁŁŲ«Ł ŁŁŲ§ ŲŖŁŲ±ŁŁŁŁŁŁŁŁ Łā Ūā Ų§ŁŁŁŁŲ§ Ų¬ŁŲ¹ŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁ°Ų·ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ŁŲ”Ł ŁŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ
"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 27).
Jadikan kecantikanmu dibalik hijab, simpan kecantikanmu dibalik pakaian muslimah kita, dan jangan tampakkan kepada laki-laki yang lain.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperingatkan anak Adam agar bersikap waspada terhadap iblis dan teman-temannya, seraya menjelaskan kepada mereka (anak Adam) bahwa iblis itu adalah musuh bebuyutan bapak seluruh umat manusia, yaitu Nabi Adam a.s. Iblis telah berupaya mengeluarkan Adam dari surga yang merupakan darunna'im (rumah kenikmatan), hingga akhirnya Adam dikeluarkan darinya sampai di darut tu'ab (rumah kepayahan dan penuh penderitaan). Dan iblislah penyebab utama yang membuat auratnya terbuka, padahal sebelumnya selalu dalam keadaan tertutup, sehingga dia sendiri tidak dapat melihatnya. Ini terjadi karena terdorong oleh permusuhan yang sengit dalam diri iblis terhadap Adam.
Tabarruj Sebab Bagi Wanita di Hari Kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
ŲµŁŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŁ Ł Ų£ŁŲ±ŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŲ¹ŁŁŁŁ Ł Ų³ŁŁŁŲ§Ų·Ł ŁŁŲ£ŁŲ°ŁŁŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŲØŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ¶ŁŲ±ŁŲØŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł Ų§ŁŁŲØŁŲ®ŁŲŖŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲ©Ł ŁŲ§Ł ŁŁŲÆŁŲ®ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŲ§Ł ŁŁŲ¬ŁŲÆŁŁŁ Ų±ŁŁŲŁŁŁŲ§ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ų±ŁŁŲŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ¬ŁŲÆŁ Ł ŁŁŁ Ł ŁŲ³ŁŁŲ±ŁŲ©Ł ŁŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ°ŁŲ§
āAda dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. 1.) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan, 2.) para wanita yang berpakaian tapi telanjang , berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, meskipun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.ā (HR. Muslim no. 2128).
Makna seorang muslimah "berpakaian tapi telanjang" atau (pakaian tipis) adalah dia berpakaian tapi dia masih menampakkan sebagian aurat nya kepada orang lain. Dan menyerupai punuk unta (membesarkan rambutnya dengan gulungan yang nampak besar). Dan jalan berlenggak-lenggok yang dapat menimbulkan fitnah bagi kaum laki-laki.
Sifat Wanita Jahiliah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ŁŁ°ŁŁŲ³ŁŲ§ŁŲ”Ł Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŲŖŁŁŁŁ ŁŁŲ§Ł ŲŁŲÆŁ Ł ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§ŁŲ”Ł Ų§ŁŁŁ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲ®ŁŲ¶ŁŲ¹ŁŁŁ ŲØŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ·ŁŁ ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲØŁŁŁ Ł ŁŲ±ŁŲ¶Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŲ¹ŁŲ±ŁŁŁŁŁŲ§ā
"Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 32)
ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŲ§Ł ŁŁŁŁ°Ł ŁŁŲ§Ł ŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲ§Ł° ŲŖŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ²ŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲ§Ł Ų·ŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁā Ūā Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ³Ł Ų§ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŲ·ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŲ·ŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ§ā
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 33).
Ini larangan untuk bertabarruj, karena termasuk sifat daripada wanita jahiliah.
Disebutkan di Tafsir Ibnu Katsir:
Adab yang Allah perintahkan kepada istri nabi, dan wanita wanita muslim untuk mengikuti mereka.
Tabarruj jahiliah ini adalah wanita yang meletakkan kerudung diatas kepalanya tanpa pengikat (sehingga terlihat kalung, anting, dan juga lehernya). Maka tabarruj merupakan fitnah besar bagi laki-laki yang akan terjerumus kedalam perzinaan.Ā
Hijab adalah Kewajiban dari Allah
Allah menciptakan kaum muslimah dan mewajibkan kepada muslimah untuk berhijab, ini sebagai penjagaan, untuk memelihara kehormatan, dan pandangan laki-laki. Wanita adalah seperti permata yang berharga atau perhiasan. Maka sungguh layaknya untuk dijaga supaya perhiasan ini tetap menjadi perhiasan yang bagus dan indah.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ŁŁ°Ū¤ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁŲ§ŁŲ²ŁŁŁŲ§ Ų¬ŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁ°ŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§ŁŲ”Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų¬ŁŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŲØŁŁŁŁŁŁā Ūā Ų°Ł°ŁŁŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŁ°Ū¤Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ¹ŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¤ŁŲ°ŁŁŁŁŁā Ūā ŁŁŁŁŲ§ ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŲŗŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ§ Ų±ŁŁŲŁŁŁŁ ŁŲ§
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59).
Tafsir Ibnu Katsir:Ā
Allah memerintahkan kepada Rasulnya agar memerintahkan kepada kaum yang beriman, wanita yang beriman, khususnya istri dan anak anak beliau. Karena kedudukan mereka itu yang mulia hendaknya mereka mengulurkan jilbab mereka, agar mereka berbeda dengan wanita-wanita lain. Dan kita dibedakan muslim & tidaknya dari jilbab.
Perintah kepada istri nabi, putrii putrinya dan seluruh wanita mukmin untuk mengulurkan jilbab agar dikenali sebagai wanita terhormat dan tidak diganggu.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecualiĀ kepada suamiĀ mereka, atau ayahĀ mereka, atau ayah suamiĀ mereka, atau putra-putraĀ mereka, atau putra-putra suamiĀ mereka, atau saudara-saudara laki-lakiĀ mereka, atau putra-putra saudara laki-lakiĀ mereka, atau putra-putra saudara perempuanĀ mereka, atau para perempuanĀ (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur 24: Ayat 31)
"Hendaknya mereka menutup kain kerudungnya sampai ke dada",Ā Minimal syarat hijab menutupi dada kebawah.
Kalau kepada suami tidak ada batasan aurat, maka selain suami kita boleh menampakkan aurat hanya nampak sebatas tempatnya perhiasan (mahram kita). Selain dari mahram kita wajib menutup aurat. Mayoritas para ulama sepakat, wajib menutup seluruh tubuh wanita, selain wajah dan telapak tangan (sunnah atau wajib). Dan untuk panjang pakaian wanita itu di bawah mata kaki.
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Periode 2025 / 2026
Penulis: Noerberta Andini Fitria | Editor: Ahmad Dzaki Akmal Yuda



Komentar